WORKSHOP

LEARNING ENGLISH WITH NATIVE ENGLISH SPEAKER

USING SKYPE

 

COLLABORATIVE STUDENTS EXCHANGE BETWEEN

AUSTRALIA – INDONESIA

Presbyterian Ladies College Sydney – SMP Masehi Pekalongan Indonesia

  SMP Masehi Pekalongan difasilitasi oleh SMA Dwija Praja Pekalongan

   SMP MASEHI PEKALONGAN

Jalan Kurinci No. 34 Pekalongan

 HALAMAN PENGESAHAN

 

Berkaitan dengan penyelenggaraan program:

LEARNING ENGLISH WITH NATIVE ENGLISH SPEAKER USING SKYPE

Kami mengajukan proposal yang disusun untuk mendapatkan persetujuan, bantuan dana, dan pengesahan dari pihak terkait.

Disusun dan diajukan oleh

SMP Masehi Pekalongan

Disahkan di Kota Pekalongan

Pada tanggal _______________

Hormat kami,

               Pembina                                                         Ketua Pelaksana

         Esti Pawarti, S. Pd                                          Endang Setyo Palupi, S. Pd

NIP. 19610828 198111 2 003

Menyetujui,

Ketua MKKS SMP/MTs.

Kota Pekalongan

 

 

Aris Supriyanto, M. Pd

NIP. 19640416 198601 1 005

Mengesahkan,

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga

Kota Pekalongan

Drs. Abdul Jalil

NIP. 19561221 198103 1 011

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa memberikan Rahmat dan karuniaNya sehingga kita dapat melaksanakan kegiatan workshop bahasa Inggris dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan guru dan siswa mata pelajaran bahasa Inggris agar memiliki kompentensi yang memadai guna meningkatkan profesionalisme guru dan peningkatan mutu pendidikan.

Kegiatan workshop bahasa inggris ini sangat dibutuhkan  dengan harapan proses sosialisasi dan pengembangan kompetensi terkait akan mudah dilaksanakan dan hal ini masih membutuhkan pendampingan dalam rangka pembinaan, dengan adanya workshop ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan pada guru bahasa inggris untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar lain dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesinya.

Kegiatan ini masih banyak mengalami kendala baik dari segi teknis  dan segi pembiayaan, oleh karena itu diperlukan stimulus dari berbagai pihak agar program dapat berjalan sesuai harapan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Proposal ini kami susun dengan sistematika berdasarkan juknis dari Dinas Pendidikan Pemuda  dan Olah Raga Kota Pekalongan 2010 dengan harapan agar mudah dipahami dan dilaksanakan

Akhirnya, kami berharap semoga upaya kami, Dinas terkait dan semua pihak dapat memberi manfaat yang sebesar besarnya untuk kemajuan dunia pendidikan pada umumnya. Amin

Penyusun

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang

Salah satu tantangan pendidikan dewasa ini adalah membangun keterampilan abad 21, diantaranya adalah keterampilan melek teknologi informasi dan komunikasi, keterampilan berpikir kritis dan sistematik,  keterampilan memecahkan masalah, keterampilan berkomunikasi efektif, dan keterampilan berkolaborasi. Keterampilan tersebut itulah yang menurut PBB merupakan ciri dari masayarakat era global saat ini, yaitu masyarakat berpengetahuan (knowledge-based scoiety).

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK), memiliki potensi yang sangat besar sebagai sarana atau alat untuk membangun keterampilan tersebut dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, dalam pendidikan modern, guru dituntut untuk mampu mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran. Tantangan pendidikan abad 21, menurut PBB adalah membangun masyarakat berpengetahuan (knowledge-based society) yang memiliki (1) keterampilan melek TIK dan media (ICT and media literacy skills), (2) keterampilan berpikir kritis (critical thinking skills), (3) keterampilan memecahkan masalah (problem-solving skills), (4) keterampilan berkomunikasi efektif (effective communication skills), dan (5) keterampilan bekerjasama secara kolaboratif (collaborative skills). Keempat karakteristik masyarakat abad 21 menurut PBB tersebut dapat dibangun melalui pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, sesungguhnya peran TIK adalah sebagai “enabler” atau alat untuk memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien serta menyenangkan. Jadi, TIK dijadikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri.

TIK di sekolah masih dijadikan sebagai obyek yang dipelajari atau siswa masih diposisikan sebagai orang yang sedang belajar TIK. Padahal, apa yang seharusnya terjadi adalah sambil belajar tentang TIK (learning about ICT), siswa juga belajar dengan menggunakan atau melalui TIK (learning with and or through ICT).

Sebagai bahasa internasional, bahasa Inggris menjadi bahasa yang di minati oleh banyak  orang, perkembangan teknologi dan bisnis mengharuskan kita untuk menguasai bahasa Inggris agar bisa berkomunikasi dengan orang orang yang ada di seluruh penjuru dunia. Hampir di semua perusahaan maupun bisnis besar membutuhkan orang orang yang tidak hanya bisa menggunakan bahasa asli tetapi juga harus bisa berbahasa inggris aktif  untuk perkembangan perusahaan maupun bisnisnya.

Pentingnya bahasa Inggris ini membuat orang berusaha agar bisa menguasainya. Banyak cara yang dilakukan orang untuk menguasai bahasa inggris, lembaga bahasa dan kursus kursus bahasa Inggris menjadi tempat yang dituju banyak orang  untuk bisa menguasai bahasa Inggris., tentu saja tidak mudah untuk mengusainya dengan cepat, bertahun-tahun kita mempelajarinya tidak menjamin kita bisa berbicara inggris dengan baik tanpa adanya usaha untuk mengembangkan kemampuan yang sudah dimiliki.

Dalam mempelajari suatu bahasa ada dua hal penting yang harus dilakukan. Pertama adalah praktek, sebanyak apapun teori yang kita kuasai tidak aka ada artinya apa bila tidak pernah kita coba atau gunakan, bahasa merupakan bagian dari diri kita, dengan bahasa kita bisa berkomunikasi  dengan orang lain, semakin sering kita menggunakanya semakin terlatih dan berkembang kemampuan bahasa yang kita miliki tetapi sebaliknya walaupun kita mempunyai kemampuan berbahasa dengan baik tetapi apabila tidak pernah digunakan maka akan hilang dengan sendirinya. Kedua adalah percaya diri, kita punya modal bahasa yang baik tetapi bila tidak ada rasa percaya diri dalam menggunakanya maka  hasil yang kita dapatkan tidaklah maksimal.

Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang di takuti dan kurang disukai bagi siswa siswi di sekolah, tata bahasa (grammer), yang bervariasi, kosa kata (vocabulary) yang terbatas, pengucapan (pronounce) yang cukup sulit di ucapkan, dan kesulitan dalam mendengarkan apa yang di ucapkan seseorang dalam bahasa Inggris  merupakan alasan utama bagi siswa siswi tidak mengerti atau kurang menyukai mata pelajaran ini.

Sebagai bahasa asing utama yang  wajib di ajarkan di sekolah sekolah di Indonesia dan salah satu mata ujian nasional yang wajib di ikuti, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus tetap berusaha keras mengikuti mata pelajaran ini. Nilai  hasil ujian nasional untuk mata pelajaran bahasa Inggris yang masih kurang memuaskan (dibawah standar kelulusan) masih kita hadapi di hampir setiap sekolah sekolah yang ada. Baik di tingkat SMP maupun SMA/SMK.

Dalam rangka meningkatkan minat siswa siswi dalam pelajaran bahasa inggris, beragam upaya telah  kita lakukan. Hal ini penting di lakukan agar siswa siswi bisa lebih memahami dan mulai tertarik dalam mempepelajari mata pelajaran ini. Tidaklah maksimal hasil yang kita dapatkan apabila kita atau mereka mengerjakan suatu pekerjaan yang tidak kita sukai atau tidak didasari minat yang cukup tinggi dalam mempelajari atau mengerjakan sesuatu yang harus dilakukan

Salah satu upaya kami untuk mensikapi hal hal tersebut di atas, kami mencoba menerapkan suatu metode pembelajaran yang bisa menarik perhatian siswa siswi kita dalam proses kegiatan belajar dan mengajar khususnya mata pelajaran Bahasa Inggris. Metode yang kami lakukan adalah metode pembelajaran bahasa Inggris berkomunikasi langsung dengan English native speaker.Menggunakan teKnologi internet yang biasa kita sebut dengan teleconference–dengan media skype  program.

Dalam program ini siswa siswi dapat berinteraksi secara langsung dengan tutor yang tersedia, yang akan membantu mereka bagaimana berkomunikasi, mendengarkan, berbicara sekaligus membantu penulisan yang benar dalam bahasa Inggris dengan di pandu oleh guru mata pelajaran bahasa Inggris.

Apa yang menarik dalam program ini?

Di sini siswa tidak hanya belajar menguasai teknologi tetapi mereka juga dapat berinteraksi langsung dengan tutor yang dalam hal ini adalah seorang native English speaker, yang langsung berhadapan dengan siswa-siswa. Seperti yang kita ketahui bahwa siswa siswi lebih tertarik berbicara atau bertemu dengan warga asing yang memang sulit di jumpai di kota ini, daripada dengan guru yang berhadapan langsung dengan siswa siswi.

Dalam program ini kita tidak memerlukan biaya besar untuk mendatangkan native English speaker untuk berinteraksi dengan siswa, hanya dengan perangkat computer yang dilengkapi akses internet, kita sudah bisa melakukan kegiatan ini.

  1. B.     DASAR
  1. Undang Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  1. C.    Tujuan  kegiatan
  1. Tujuan Umum

Mengembangkan sekolah agar menjadi lebih dinamis dan inovatif dalam melaksanakan program-program pendidikan di sekolah masing-masing.

  1. Tujuan Khusus
  1. Memperluas wawasan dan pengetahuan guru dan siswa dalam upaya memanfaatkan sumber belajar dan sarana pendidikan yang dimiliki sekolah secara optimal.
  2. Meningkatkan wawasan guru dan siswa sehingga mampu mengantisipasi perkembangan ilmu dan teknologi maupun arus globalisasi. Meningkatkan profesionalisme guru bahasa Inggris dalam proses pembelajaran.
  3. Meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa inggris secara aktif.
  4. Mengembangkan ide-ide  pembaharuan dalam proses pembelajaran.
  5. Mengembangkan kultur sekolah sebagai tempat belajar yang menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan anak didik.
  1. D.    Sasaran

Guru mata pelajaran bahasa Inggris dan siswa SMP/MTs.  se-kota Pekalongan

  1. E.     Tema

LEARNING ENGLISH WITH NATIVE ENGLISH SPEAKER USING SKYPE

COLLABORATIVE STUDENTS EXCHANGE BETWEEN AUSTRALIA – INDONESIA

Presbyterian Ladies College Sydney – SMP Masehi Pekalongan Indonesia

 

  1. F.     Pelaksanaan Kegiatan

Tanggal        : 18-20 May 2011

Waktu          : 07.00 WIB – 12.00 WIB

Tempat         : SMA Dwija Praja

Jl. Sriwijaya 7 Pekalongan

  1. G.    Sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana yang disediakan:

1..Ruang kegiatan.

2. Computer/laptop.

3. White board.

4. LCD proyektor.

5. Sound system.

6. Makalah.

7. Copy CD.

  1. H.    Hasil yang di harapkan

Bagi guru: menambah wawasan dalam pemanfaatan teknologi TIK pada proses pembelajaran

Bagi siswa : menambah kemampuan siswa dalam nenerapkan kemampuan berbahasa Inggris secara aktif.

  1. I.       Biaya penyelenggaraan

Rencana anggaran Kegiatan workshop Rp 8.000.000,00

Sumber pemasukan :

Iuran peserta  @ Rp. 50.000,00 x 50 peserta = Rp  2.500.000,00

Donatur                                                             Rp   5.500.000,00

BAB II

RENCANA KEGIATAN

Tiap peserta melaksanakan kegiatan dalam waktu satu hari dengan jadwal tertentu

A. Fasilitator dan Jadwal Kegiatan

No

Waktu

Kegiatan/materi

Fasilitator

Moderator/pendamping

1

07.00 – 07.30

Pengenalan program Skype

John B Warnken

Endang Palupi team

2.

07.30 – 09.00

Tutorial penggunaan skype

Endang palupi

Team

3.

09.00 – 10.30

Praktek teleconference dengan  Native (Australian students)

Endang palupi

Chris Betcher

 John B Warnken

Team

4

10.30 – 12.00

Tanya jawab & kerja mandiri

Endang palupi

Team

 

B. Tata Tertib

Agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan berhasil dengan baik, Petunjuk Teknis berikut harus diikuti oleh seluruh peserta maupun panitia pelaksana:

  1. Pada saat peserta workshop tiba agar segera melapor kepada panitia penyelenggara untuk mendapatkan informasi :
    1. Bahan–bahan yang diperlukan.
    2. Daftar ulang.
    3. Pengeluaran yang akan ditanggung oleh panitia:

Konsumsi

  1. Peserta hadir 15 menit diruang kegiatan  sebelum dimulai.
  1. Catatan : dikararenakan kegiatan melibatkan native speaker yang sudah  terjadwal dengan setting waktu di negaranya, masing-masing  peserta wajib hadir ON TIME.
  2. Peserta wajib mengisi daftar hadir.
  3. Peserta dan Panitia menjaga ketertiban, kebersihan, keamanan ruang, dan fasilitasnya.
  4. Peserta yang tidak hadir pada sesi tertentu wajib memberitahu panitia.
  5. Peserta dan panitia tidak mengaktifkan telpon genggam selama sesi berlangsung.
  6. Dilarang merokok di lingkungan kegiatan.
  7. Peserta wajib menyelesaikan tugas baik teori maupun praktek yang diberikan nara sumber.
  8. Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib akan diinformasikan kemudian.

BAB III

PENUTUP

Kegiatan workshop LEARNING ENGLISH WITH NATIVE ENGLISH SPEAKER USING SKYPE bagi guru dan siswa mata pelajaran bahasa Inggris merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia pada umumnya dan Kota Pekalongan pada khususnya.

Ketekunan dan komitmen bersama untuk membangun dan meningkatkan mutu pendidikan merupakan faktor penting yang harus dipupuk, dipertahankan, dan dikembangkan menuju pendidikan bermutu sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan amanat Undang Undang. Kerjasama yang baik antara berbagai pihak dapat membantu terwujudnya tujuan pendidikan nasional yang bermutu.

Dukungan pembiayaan, arahan, pembinaan, dan monitoring dalam rangka mengoptimalkan kegiatan ini dinilai amat penting agar mampu meningkatkan profesionalitas guru dan pelayanaan untuk siswa  dalam proses pembelajaran

SUSUNAN PANITIA

LEARNING ENGLISH WITH NATIVE ENGLISH SPEAKER USING SKYPE

COLLABORATIVE STUDENTS EXCHANGE BETWEEN

AUSTRALIA – INDONESIA

Presbyterian Ladies College Sydney – SMP Masehi Pekalongan Indonesia

Pelindung        :   Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Pekalongan

Penasehat        :   MGMP Bahasa Inggris SMP/MTs. Kota Pekalongan

Pembina          :   Kepala SMP Masehi Pekalongan

Ketua              :   Endang Setyo Palupi, S. Pd

Sekretaris        :   Widowati Ayu Wulansari

Bendahara       :   Sudarsih

Teknisi dan Kegiatan  :

  1. Teguh
  2. Nuryanto
  3. Wendi
  4. Bagus
  5. Ari Susanti, S. Pd
  6. Kentut S. W., S. Si
  7. Ilham Subehan, S. Si

Humas             :

  1. F. Rr. Sri Susiana, S. Pd
  2. Prajna Sariputra, S. Pd
  3. M. Th. Rumiyati, S.H
  4. Budi Setyo Harsono, A. Md
  5. Devitasari Wahyu Susanti, S. Pd
  6. Andreas Sriyon
Advertisements