PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Salah satu tantangan pendidikan dewasa ini adalah membangun keterampilan abad 21, diantaranya adalah keterampilan melek teknologi informasi dan komunikasi, keterampilan berpikir kritis dan sistematik,  keterampilan memecahkan masalah, keterampilan berkomunikasi efektif, dan keterampilan berkolaborasi. Keterampilan tersebut itulah yang menurut PBB merupakan ciri dari masayarakat era global saat ini, yaitu masyarakat berpengetahuan (knowledge-based scoiety).

 

 


PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Salah satu tantangan pendidikan dewasa ini adalah membangun keterampilan abad 21, diantaranya adalah keterampilan melek teknologi informasi dan komunikasi, keterampilan berpikir kritis dan sistematik,  keterampilan memecahkan masalah, keterampilan berkomunikasi efektif, dan keterampilan berkolaborasi. Keterampilan tersebut itulah yang menurut PBB merupakan ciri dari masayarakat era global saat ini, yaitu masyarakat berpengetahuan (knowledge-based scoiety).

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK), memiliki potensi yang sangat besar sebagai sarana atau alat untuk membangun keterampilan tersebut dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, dalam pendidikan modern, guru dituntut untuk mampu mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran. Tantangan pendidikan abad 21, menurut PBB adalah membangun masyarakat berpengetahuan (knowledge-based society) yang memiliki (1) keterampilan melek TIK dan media (ICT and media literacy skills), (2) keterampilan berpikir kritis (critical thinking skills), (3) keterampilan memecahkan masalah (problem-solving skills), (4) keterampilan berkomunikasi efektif (effective communication skills), dan (5) keterampilan bekerjasama secara kolaboratif (collaborative skills). Keempat karakteristik masyarakat abad 21 menurut PBB tersebut dapat dibangun melalui pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, sesungguhnya peran TIK adalah sebagai “enabler” atau alat untuk memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien serta menyenangkan. Jadi, TIK dijadikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri.

TIK di sekolah masih dijadikan sebagai obyek yang dipelajari atau siswa masih diposisikan sebagai orang yang sedang belajar TIK. Padahal, apa yang seharusnya terjadi adalah sambil belajar tentang TIK (learning about ICT), siswa juga belajar dengan menggunakan atau melalui TIK (learning with and or through ICT).

Sebagai bahasa internasional, bahasa Inggris menjadi bahasa yang dibutuhkan oleh banyak  orang, perkembangan teknologi dan bisnis mengharuskan kita untuk menguasai bahasa Inggris agar bisa berkomunikasi dengan orang orang yang ada di seluruh penjuru dunia. Hampir di semua perusahaan maupun bisnis besar membutuhkan orang orang yang tidak hanya ahli di bidangnya tetapi juga harus mampu berbahasa inggris aktif  untuk perkembangan perusahaan maupun bisnisnya.

Pentingnya bahasa Inggris ini membuat orang berusaha agar bisa menguasainya. Banyak cara yang dilakukan orang untuk menguasai bahasa inggris, lembaga bahasa dan kursus kursus bahasa Inggris menjadi tempat yang dituju banyak orang  untuk bisa menguasai bahasa Inggris., tentu saja tidak mudah untuk mengusainya dengan cepat, bertahun-tahun kita mempelajarinya tidak menjamin kita bisa berbicara inggris dengan baik tanpa adanya usaha untuk mengembangkan kemampuan yang sudah dimiliki.

Dalam mempelajari  bahasa ada dua hal penting yang harus dilakukan. Pertama adalah praktek, sebanyak apapun teori yang kita kuasai tidak aka ada artinya apa bila tidak pernah kita coba atau gunakan, bahasa merupakan bagian dari diri kita, dengan bahasa kita bisa berkomunikasi  dengan orang lain, semakin sering kita menggunakanya semakin terlatih dan berkembang kemampuan bahasa yang kita miliki tetapi sebaliknya walaupun kita mempunyai kemampuan berbahasa dengan baik tetapi apabila tidak pernah digunakan maka akan hilang dengan sendirinya. Kedua adalah percaya diri, kita punya modal bahasa yang baik tetapi bila tidak ada rasa percaya diri dalam menggunakanya maka  hasil yang kita dapatkan tidaklah maksimal.

Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang di takuti dan kurang disukai bagi siswa siswi di sekolah, tata bahasa (grammer), yang bervariasi, kosa kata (vocabulary) yang terbatas, pengucapan (pronounce) yang cukup sulit di ucapkan, dan kesulitan dalam mendengarkan apa yang di ucapkan seseorang dalam bahasa Inggris  merupakan alasan utama bagi siswa siswi tidak mengerti atau kurang menyukai mata pelajaran ini.

Sebagai bahasa asing utama yang  wajib di ajarkan di sekolah sekolah di Indonesia dan salah satu mata ujian nasional yang wajib di ikuti, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus tetap berusaha keras mengikuti mata pelajaran ini. Nilai  hasil ujian nasional untuk mata pelajaran bahasa Inggris yang masih kurang memuaskan (dibawah standar kelulusan) masih kita hadapi di hampir setiap sekolah sekolah yang ada. Baik di tingkat SMP maupun SMA/SMK.

Dalam rangka meningkatkan minat siswa siswi dalam pelajaran bahasa inggris, beragam upaya telah  kita lakukan. Hal ini penting di lakukan agar siswa siswi bisa lebih memahami dan mulai tertarik dalam mempepelajari mata pelajaran ini. Tidaklah maksimal hasil yang kita dapatkan apabila kita atau mereka mengerjakan suatu pekerjaan yang tidak kita sukai atau tidak didasari minat yang cukup tinggi dalam mempelajari atau mengerjakan sesuatu yang harus dilakukan

Salah satu upaya kami untuk mensikapi hal hal tersebut di atas, kami mencoba menerapkan suatu metode pembelajaran yang bisa menarik perhatian siswa siswi kita dalam proses kegiatan belajar dan mengajar khususnya mata pelajaran Bahasa Inggris. Metode yang kami lakukan adalah metode pembelajaran bahasa Inggris berkomunikasi langsung dengan English native speaker. Menggunakan tehnologi internet yang biasa kita sebut dengan teleconference.

Dalam program ini siswa siswi dapat berinteraksi secara langsung dengan tutor yang tersedia, yang akan membantu mereka bagaimana berkomunikasi, mendengarkan, berbicara sekaligus membantu penulisan yang benar dalam bahasa Inggris dengan di pandu oleh guru mata pelajaran bahasa Inggris.

Apa yang menarik dalam program ini?

Di sini siswa tidak hanya belajar menguasai teknologi tetapi mereka juga dapat berinteraksi langsung dengan tutor yang dalam hal ini adalah seorang native English speaker, yang langsung berhadapan dengan siswa-siswa. Seperti yang kita ketahui bahwa siswa siswi lebih tertarik berbicara atau bertemu dengan warga asing yang memang sulit di jumpai di kota ini, daripada dengan guru yang berhadapan langsung dengan siswa siswi.

Dalam program ini kita tidak memerlukan biaya besar untuk mendatangkan native English speaker untuk berinteraksi dengan siswa, hanya dengan perangkat computer yang dilengkapi akses internet, kita sudah bisa melakukan kegiatan ini.

 

B.     DASAR

  1. Undang undang No 20 th 2003 tentang Sistem Pendidikan.

 

C.    Tujuan  kegiatan

  1. Tujuan Umum

Mengembangkan sekolah agar sekolah lebih dinamis inovatif dalam melaksanakan program-program pendidikan di sekolah masing masing.

  1. Tujuan Khusus

Memperluas wawasan dan pengetahuan guru dan siswa dalam upaya memanfaatkan sumber belajar dan sarana pendidikan yang dimiliki sekolah secara optimal.

Meningkatkan wawasan guru dan siswa sehingga mampu mengantisipasi perkembangan ilmu dan teknologi maupun arus globalisasi. Meningkatkan profesionalisme guru bahasa Inggris dalam proses pembelajaran.

Meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa inggris secara aktif.

Mengembangkan ide-ide  pembaharuan dalam proses pembelajaran. Mengembangkan kultur sekolah sebagai tempat belajar yang menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan anak didik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PELAKSANAAN PROGRAM

Penawaran  program

Setiap pertemuan akan didampingi pemandu sebagai penghubung dengan kontak person

( native English speaker ) yang akan berinteraksi dengan siswa siswa

Rincian biaya

  • Paket 1

1 x pertemuan  skype class durasi 2 jam pelajaran ( 2 x 45 menit )  Rp 200.000,00

  • Paket 2

1 x pertemuan one to one  (conference ) durasi  2 jam pelajaran ( 2 x 45 menit )

Rp. 400.000.00

Alat – alat yang disiapkan peserta

Paket 1

1 buah pc  multimedia ( mic, cam , speaker )

Akses internet ( internet cable )

LCD Proyektor

Paket 2

Pc multimedia sejumlah siswa ( 1 siswa 1 pc)

Akses internet ( cable or wifi)

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

 

Program teleconference sebagai sarana praktek berbahasa inggris bagi guru dan siswa mata pelajaran bahasa Inggris merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia pada umumnya dan Kota Pekalongan pada khususnya.

Ketekunan dan komitmen bersama untuk membangun dan meningkatkan mutu pendidikan merupakan factor penting yang harus dipupuk, dipertahankan, dan dikembangkan menuju pendidikan bermutu sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan amanat Undang Undang. Kerjasama yang baik antara berbagai pihak dapat membantu terwujudnya tujuan pendidikan nasional yang bermutu.

Dukungan pembiayaan arahan, pembinaan, dan monitoring dalam rangka mengoptimalkan kegiatan ini dinilai amat penting agar mampu meningkatkan profesionalitas guru dan pelayanaan untuk siswa  dalam proses pembelajaran

 

Terima kasih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

     

 

           

Advertisements